NTT | CELEBES NETWORK - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu disampaikan saat meninjau lokasi terdampak dan pengungsian di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Selasa (18/8/2026).
Hingga kini, tercatat 1.245 korban, terdiri dari 67 orang meninggal dunia, 509 luka berat, dan 669 luka ringan. Sebanyak 27.700 warga masih mengungsi di 107 titik yang tersebar pada tujuh kabupaten.
Polri telah membentuk delapan Posko Tanggap Bencana serta mengirim 236 personel BKO ke Polda NTT untuk mendukung SAR, evakuasi, pelayanan kesehatan, pengamanan, trauma healing, dan distribusi bantuan. Polri juga mengerahkan satu kapal, tiga pesawat, dan tiga helikopter.
Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, Polri telah menyalurkan 247,66 ton bantuan logistik. Khusus dalam kunjungan tersebut, sebanyak 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak, 39 kasur, 10 tandon air, dan 36 boks obat-obatan disalurkan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
Kapolri memastikan distribusi bantuan dan pelayanan kesehatan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Polri bersama TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus mempercepat evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan wilayah terdampak gempa. {SM)
